Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan

Menikmati Suasana Perkampungan China Zaman Old Di Qing Xin Ling

Haii... Kita sudah berada di tahun 2018. Rasanya sudah lama sekali tidak menulis di blog kesayanganku ini. Maafkan daku ya. Untungnya kamu masih setia menantiku untuk menulis kembali.
Setelah disibukkan dengan tugas-tugas dunia nyata yang menguras tenaga dan pikiran, serta beberapa jenak harus menginap di ruangan VIP dengan jarum infus yang melekat ditangan. Akhirnya dengan mengumpulkan semangat-semangat yang tersisa aku harus kembali menulis lagi sebagai therapy penyembuhan. Oia, selama sibuk aku juga jarang banget jalan-jalan, mbolang atau sejenisnya.  Akhirnya mengalami kejenuhan hingga stress ringan. Untung saja tidak sampai gila. Eh, jangan dong ya. Hahah

Kemarin saat libur kerja shift pagi, aku dan dua orang temanku melakukan jalan-jalan tipis-tipis. Kenapa jalan-jalan tipis-tipis? Iya karena tempat yang kami kunjungi ini tidak jauh dari asrama. Sebenarnya rencana ini sudah jauh hari kami rencanakan, tapi karena kesibukan kerja masing-masing akhirnya harus diundur. Baru kemarin kami bisa mengunjungi tempat yang kami rencanakan untuk dikunjungi.

Tempat yang kami kunjungi ini namanya Qing Xin Ling Leisure & Cultural Village. Namanya panjang panjang banget ya, susah lagi nyebutinnya. Haha.  Tempat ini merupakan tokong atau tempat ibadah umat Budha atau etnis China. Tapi, di area belakangnya terdapat tempat yang begitu menarik sekali. Apalagi tempat ini diapit perbukitan sehingga terlihat begitu alami dan asri banget.

Saat menuju tempat ini kami sedikit nyasar. Karena tempnya agak tersembunyi dan GPS juga menunjukkan sampai persimpangan (kan bingung kalau berada di persimpangan milih aku atau dia haha) sepertinya belum banyak yang mengetahui tempat inu, bahkan supir grab yang membawa kami juga tidak pernah ke tempat ini sebelumnya.  Setelah sedikit mutar-mutar akhirnya bertemu juga dengan Qing Xin Ling Leisure & Cultural Village. Sampai di halaman parkir kami disambut oleh uncle penjaga parkir, karena tau kami tidak akan memarkirkan mobil, uncle penjaga parkir menunjukkan ke penjaga pintu tempat pembayaran memasuki lokasi.

Pertama kali memasuki gerbang lokasi kami dihadapkan dengan bangunan klenteng (tokong) terlihat pengunjung etnis China satu dua orang keluar dari Klenteng, aku perkirakan mereka baru saja selesai melakukan ritual ibadah. Untuk memasuki kawasan Qing Xin Ling Leisure & Cultural Village harus membayar dulu masih bayar RM6 sekarang sudah naik menjadi RM10. Setelah membayar uang masuk, aku dan dua temanku langsung saja menuju lokasi.

1. Menaiki sepeda Mengelilingi Lokasi Bagian Bawah 


Lokasi Qing Xin Ling Leisure & Cultural tidak begitu luas sekali tetapi ada bagian atas dan bawah.  Untuk berkeliling di bagian bawah pengurus tempat menyediakan sepeda yang bisa dinaiki oleh pengunjung dengan gratis.

2. Menikmati Gambar 3D 

Di area Qing Xin Ling Leisure & Cultural ada bangunan kecil  dibentuk seperti rumah yang isinya gambar-gambar 3D. Setiap pengumjung bebas berfoto di sana.

3. Memberi Makan Ikan

Di area ini ada beberapa tasik atau danau kecil buatan yang isinya ikan-ikan mas koi. Pengunjung dapat memberi makan ikan dengan membayar RM1 untuk satu bungkus makananannya.  Anak-anak kecil pasti senang sekali jika dibawa ke sini.

4. Becak Zaman Dahulu Ala Perkampungan China 


Kita bisa berfoto di becak ala-ala China pada tahun 60 atau 70an. Modelnya yang unik membuat banyak orang tertarik berfoto di becak China zaman old.

5. Chalet Warna-warni 

Ternyata di Qing Xin Ling Leisure & Cultural ada chalet atau pondok kecil yang bisa disewa oleh pengunjung. Ketika saya masuk ke dalamnya untuk melihat-lihat cukup bagus dan pemandangan di belakangnya langsung berhampiran dengan danau yang banyak ikannya.

6. Pondok-Pondok Kecil 


Di area bawah banyak pondok-pondok kecil tempat beristirahat ketika sudah letih berkeliling. Jika ke tempat ini membawa bekal makanan bisa makan di pondok-pondok kecil yang telah tersedia. Ada kantin yang menjual makanan. Karena yang menjual makanan China saya dan teman saya sedikit ragu untuk membeli makanan di kantin. Kalau datang ke sini lagi bisa bawa makanan sendiri.

7. Melihat Barang-Barang Antik 

Setelah berkeliling bagian bawah, kami naik menuju bagian atas. Naik ke atas lumayan tinggi juga. Ternyata dibagian atas tidak kalah menariknya dengan area bawah. Di atas juga sangat menarik karena di desain ala-ala luar negeri. Ada kincir angin, ada rumah-rumah ala China zaman dulu, becak seperti angkringan. Semakin ke atas di lorong gunung batu kapur tertata barang-barang antik yang sudah jarang bahkan tidak pernah kita lihat lagi saat ini.

Pastinya kalau ke tempat ini kita berada di perkampungan China zaman old. Sebelum pulang, aku sempat bertanya kepada penjaga pintu masuk. Ternyata tempat ini baru ada 4-5 tahunan. Dan sempat di tutup hampir setahun oleh pengelola.  Pantaslah banyak yang belum tau tempat ini.


Alamat :
Qing Xin Ling Leisure & Cultural Village 22A, Persiaran Pinggir Rapat 5A, Taman Saikat, 31350, Ipoh, Perak
Persiaran Pinggir Rapat 5a
Taman Saikat
31350 Ipoh, Perak


Gerbang Malam : Night Market Di Ipoh Perak



Malaysia tidak sekedar Kuala Lumpur saja. Tapi, banyak tempat, daerah yang bisa dikunjungi. Salah satunya Negeri Perak. Negeri Perak merupakan wilayah utara Malaysia. Salah satu kota terkenal di Perak ini adalah kota tua Ipoh atau sering dikenal dengan old town Ipoh Perak.

Kalau berbicara kota Ipoh rasanya saya sedang menceritakan tanah kelahiran saya. Kota Ipoh ini sudah saya anggap kota kedua yang nyaman untuk ditinggali setelah kota kelahiran saya. Di kota kecil ini selama hampir 10 tahun belakangan ini saya tinggal untuk bekerja.

Jika teman-teman berkunjung ke Perak, tepatnya ke kota Ipoh jangan lupa singgah ke Gerbang Malam atau night market di Ipoh. Gerbang malam merupakan tempat berbelanja-belanji. Gerbang malam akan mulai beroprasi setelah jam 6 sore. Tapi, akan lebih ramai setelah jam 8 malam hingga jam 11 malam. Di sini banyak orang-orang berjualan beraneka macam seperti tas, sepatu, jam tangan, minyak rambut, baju, buku-buku, celana, tali pinggang, aksesoris, ada juga pusat-pusat urut kaki dan penjual barang-barang bekas serta tidak ketinggalan penjual makanan. Soal harga tidak begitu mahal dan bisa ditawar.

Gerbang malam beralamat di Japan Dato Tahwil Azhar, Taman Jubilee.  Pokoknya kalau ke Gerbang Malam bawa duit yang cukup untuk berbelanja buat oleh-oleh keluarga.

#ipohperak #ipoh #gerbangmalam #nightmarket





Review :Royce Hotel KL Central Sesuai Buat Kantong Backpacker



Kemarin saya dan seorang teman memutuskan untuk jalan ke Kuala Lumpur sambil mencari pemandangan segar setelah bekerja beberapa pekan. Kebetulan kami tinggal di Ipoh Perak, Malaysia, perjalanan ke Kuala Lumpur lebih kurang memakan waktu 3 jam jika ditempuh menaiki bus.

Kami berangkaj jam 9 pagi dari Ipoh, Perak, sampai di Kuala Lumpur jam 12.30 tengah hari karena sebelumnya bus kami berhenti dahulu di rest area. Sebelum berangkat saya sempat memesan hotel lewat booking.com. Saya memesan Hotel Royce yang saat itu harganya RM109/malam untuk 2 orang. Harga paling murah dari hotel lainnya yang ada di daftar. Lokasinya juga cukup dekat dengan KL Central bisa ditempuh dengan berjalan kaki memakan waktu 7-8 menit. 

Royce hotel beralamat di 22, Jalan Tun Sambanthan 3, Brickfields, 50470 Kuala Lumpur, Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Malaysia. 

Royce hotel bukanlah hotel yang besar, melainkan hotel budget seperti pada umumnya. Hotel dengan bangunan ruko. Pertama kali sampai, kami disambut dengan resepsionis hotel yang ramah. Setelah cek in kami diberi kunci kamar. Saat kami menuju kamar sesuai nomer yang diberi, ternyata tidak bisa dibuka setelah itu kami menuju resepsionis dan kunci di cek. Setelah kunci di cek kami naik ke kamar sesuai nomer yang diberi. Alhamdulillah pintu bisa terbuka, tapi ternyata penghuni kamar sebelumnya baru saja cek out dan kamar belum dibereskan oleh cleaner hotel. Kami pun lapor ke resepsionis. Mereka langsung memberi kunci baru.  




Kamar di hotel Royce tidak terlalu besar. Setiap kamar dilengkapi dengan tv LCD 40", full AC, kamar mandi bersih, kulkas kecil, setrika dan pengering rambut. Di sini juga ada restauran yang terletak di lantai dasar. Tapi sayang restauran tidak buka 24 jam. Dan di sekitarnya tidak banyak warung yang menjual makanan, ada satu, dua warung India di depan hotel. 

Tapi, hotel ini cukup nyaman untuk budget backpacker. Dengan harga RM109 atau sekitar 300 ribu bisa dihuni untuk dua orang. Namanya backpacker yang banyak berjalan seharian di luar, saat kembali ke hotel hanya untuk beristirahat melepas penat dan lelah. 


Landmark terdekat

National Planetarium Kuala Lumpur berjarak 0.5 km

KL Sentral berjarak 0.5 km

National Museum and the Museum & Antiquity Department berjarak 0.6 km

Old Kuala Lumpur Railway Station
berjarak 0.6 km

Ministry of Home Affairs berjarak 0.6 km

Landmark terpopuler 
Berjaya Times Square berjarak 2.3 km

The Weld berjarak 2.5 km

Fahrenheit 88 berjarak2.8 km

Starhill Gallery berjarak 2.9 km

Menara Kembar Petronas berjarak 3.4 km


Tulisan ini diikut sertakan pada program one day one post Blogger Muslimah Indonesia

#odop #bloggermuslimahindonesia #odopokt4


Memory Lane : Pasar Loken Ipoh Perak Malaysia



Memory Lane atau sering disebut Pasar Loken bertempat di Pusat Bandar Ipoh Perak, Malaysia.  Pasar Loken ini ada setiap hari minggu. Sesuai namanya memory lane, sepanjang lorong tersebut dipadati oleh pedagang-pedagang yang menjual barang lawas seperti baju bekas, piring bekas, tv bekas, buku bekas, bahkan ada juga barang-barang antik.



Bagi yang suka koleksi barang-barang antik yang susah didaptkan bisa jadi pasar Loken ini menjadi surga bagi mereka. Dilihat dari para pengunjungnya juga tak kalah antik dari barang dagangan yang dipajang oleh para pedagang.  Sesekali jika bosan dengan suasana mall bisa datang ke sini untuk mencuci mata dan melihat aktivitas, hiruk pikuk di pasar loken.


Pasar Loken ini buka dari jam 7.00 pagi sampai jam 1.00 siang.  Kemarin saya pergi ke sana untuk sekedar cuci mata. Karena tak ada niat untuk membeli barang-barang. Sesekali saya ikut berdesak-desakan dengan aki, nini, engkong di tempat pedagang besi berkarat. Entah apa yang hendak saya lihat di sana. Hingga akhirnya sebuah pertanyaan iseng singgah dibenak saya. Penganut seni aliran apa aku ini? Cuci mata kok lihat besi karat, gelas bekas, baju bekas, gelas sompel yang kononnya usia bend-benda itu sudah satu abad. Lantas aku tersenyum sendiri.  Ternyata hanya penikmat seni datar yang hanya suka dengan perbincangan orang di pasar dengan transaksi tawar menawar.

Menunggu yang Pasti Datang



Pada pertemuan kami berempat ini ada cerita seru. Aku dan Kak Kia Syarkia sudah janjian akan ketemu di Kuala Lumpur central dari beberapa hari lalu. Kak Kia dari Makassar akan bermalam di Kuala Lumpur sebelum ke New Zealand. Kesempatan yang tidak aku sia2kan untuk bertemu dengannya. Silaturahmi sambil ngerampok ilmu. Kapan lagi coba dapat ilmu dari sang pengelana yang sudah menjelajah 29 negara dan seorang CEO perjalanan di Kota Makassar.

Setelah selesai urusanku di Kuala Lumpur. Sore hari Aku beranjak pergi ke Kuala Lumpur Central (KL Central) menunggu Kak Kia. Penantian yang harap-harap cemas (H2C). Karena kabar kak Kia juga tak kunjung menyapa di WA dan messenger. Tapi aku tetap mnunggu tanpa kata putus asa. #cieee cieeee wkwkw

Naik turun Mall NU central. Ngopi hingga jajan sangkaya. Postif tingking saja paling kak kia habis batrey atau ngga punya internet. Sampai habis maghrib belum ada kabar. Muter2 piknik di toko buku. Akhirnya satu pesan kuterima "Kakak sudah di hotel. Maaf Wie tadi battery Low." Aku pun meluncur ke hotelnya naik LRT tidak Sampai 15 menit sampai. Akhirnya yang dinanti bertemu juga. Cipika cipiki Tanya kabar dapat suguhan oleh-oleh cake dan bolen pisng keju dan nanas keju dari Makassar. Akhirnya pertemuan kedua ini berakhir bahagia. KLCC menjadi saksi kita. Eaa Iya kita... Asikk.

***

Sungguh pantian pasti itu akan indah pada waktunya. Layaknya jodoh pasti datang meskipun entah kapan. Biar rahasia itu tetap rahasia hingga tabirnya terbuka.
Kamu.. Iya kamu. Jangan pernah tanya aku kapan menghampiri. Tapi, sama2 kita saling mendekat. 😁😂

10 Agustus 2017
Dalam ETS Kuala Lumpur menuju Ipoh

#odop
#bloggermuslimahindonesia

Keliling Georgetown Dengan Bersepeda

Linkbike penyewaan sepeda 
Menikmati liburan di Pulau Penang Malaysia sangat menyenangkan. Banyak tempat-tempat yang menarik untuk dikunjungi. Georgetown merupakan tempat yang dipelihara keasliannya. Tidak salah UNESCO menetapkan Georgetown Penang sebagai kota tua bersejarah.

Menikmati Georgetown bisa dilakukan dengan jalan kaki. Tapi, letih juga. Apalagi di sini cuacanya cukup panas. Jika tidak ingin berjalan kaki, banyak penyewaan sepeda di area Georgetown. Kita hanya butuh merogo kocek RM8-RM15 untuk menyewa sepeda seharian penuh. Cukup murah bukan?.

Dengan bersepeda bisa melakukan perjalanan lebih jauh. Selain penyewaan sepeda dari warga setempat, kini sudah ada penyewaan sepeda dengan mesin automatis. Kita tinggal memasukan sejumlah ringgit ke dalam mesin maka kita bisa menggunakannya.

Sepeda transport ramah lingkungan dan dapat digunakan tanpa menggunakan Surat Ijin  Mengemudi (SIM) selain itu dapat mengurangi sesak jalan raya. Apalagi jalanan di Pulau Penang cukup sempit untuk kota destinasi pelancongan. Serta banyak jalan satu hala. Maka bersepeda adalah kendaraan yang pas untuk mengelilingi Georgetown.

#odop #bloggermuslimahindonesia