Daily Activity: 12 Jam Habis Di Tempat Kerja



kerja di bumi


Ngomongi aktivitas setiap orang pasti beragam, ya. Nah...aku mahu cerita tentang aktivitas setiap hari yang aku jalani. Siappp ya baca sampai habis. :)

Menjalani hidup di rantauan dengan status pekerja rasanya gimana-gimana gitu ya. Sudah 96 bulan lamanya aku hidup di Malaysia sebagai pekerja pabrik semiconduktor. Pabrik yang menerapkan kerja 12 jam. Sudah jelas lah ya kalau aktivitasku lebih banyak di tempat kerja. Nah... namanya juga perantauan pastilah tak ada emak, bapak, adik, yang ada cuma kawan-kawan satu asrama yang datang dari berbagai daerah yang sudah seperti saudara sendiri. 

Jam kerja yang dimulai dari 6.30am - 6.30pm dan kebalikannya ketika kerja malam 6.30pm-6.30am. Walau mulai kerja jam 6.30 tetapi jam 5 sudah berangkat dari asrama. 

****
Alarm sudah memekak di telinga, bearti sudah menunjukan jam 4.00am. Kerja pagi bagiku hal yang sedikit membosankan apalagi kalau di tempat kerja ketemu bos-bos yang mengganggu kerja. Setelah bangun ku sempatkan untuk bertahajud sejenak, setelah itu bersiap untuk berangkat kerja. Subuh belum menjelang tetapi kaki ini sudah keluar dari asrama untuk menuju tempat kerja. Pergi kerja tak melihat matahari terbit dan saat pulang juga matahari sudah terbenam ke peraduannya. 
Menghabiskan waktu 12 jam sangat meletihkan badan, tapi itulah komitmen yang harus ku jalani ketika aku memutuskan untuk merantau. 

Pulang kerja dengan nafas masih tersengal-sengal menahan letih di badan, samapai asrama harus menaiki anak tangga ke lantai 3 (saat menaiki tangga rasanya pengen berubah jadi power ranger yang bisa terbang). Sampai di asrama aku menyiapkan makanan untuk makan malam, nah...aku lebih sering memasak sendiri daripada beli makan di luar. Kenapa sih sudah capek kerja masih repot-repot masak lagi? sering kali kawan-kawan meledeku seperti itu. Tentunya dengan alasan kenapa aku harus memasak sendiri, alasan utama kadang kala bosen dengan makanan warung, alasan ke dua makanan yang di warung pada umumnya banyak penyedap rasa apalagi aku kalau sudah kebanyakan makan penyedap rasa pasti amandel mulai sakit, alasan ke empat lebih hemat, pasti ya orang merantau ingin menambah saldo tabungan dan memperkirakan laba-rugi di waktu akan datang untuk memenuhi kebtuhan hidup orang banyak (hahahah keluar ilmu akuntansinya tapi bukan pelit loh). 
kerja di bulan

Setelah masak siap-siap maghrib dan sekitar jam 9.30pm selai Isya baru makan malam. Ha...malam banget ya makannya (yaiyalah namanya juga makan malam...kalo jam 7 namanya makan sore). Sehabis makan menghadap laptop untuk membuka tutorial kuliah, kalau sudah menghadap laptop dan mengerjakan tugas kuliah sering tak inggat waktu. Keseringan jam 1 sampai jam 2 pagi baru tidur kadang sampai tertidur di depan laptop yang masih menyala hingga alarm membangunkanku pertanda aku harus bangun untuk memulai aktivitas kerja lagi. 


Monoton banget aktivitas ku. Tapi, begitulah adanya. 

Kalau saat kerja malam. Orang pada tidur aku masih terjaga bercengkrama dengan mesin. Saat pulang kerja di pagi hari, orang beraktivitas aku tidur. Hidup yang nggak sehat. Tapi, harus dilakoni ketika aku memilih jalan ini. 


#onedayonepost


Bagikan

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

4 Comments

  1. Toss deh...
    Karir yg sama.
    Aktivitasnya juga sama (cuma aku gak tiap hari 12 jam sih, wajibnya 8 jam aja)
    Tetap semangat Kak Dew, yakinlah semua perjuangan ini tidak akan sia-sia.
    Hihi.. semoga lelah ini LILLAH...

    BalasHapus
  2. Luarbiasa masih bisa menyisipkan waktu untuk memaksimalkan potensi diri

    BalasHapus