Teman Sejati #2



Segera ku bergegas dari kedai kopitiam. Ku tarik travelbag yang isinya hanya sekedar oleh-oleh untuk ibu dan abah. Ku cepatkan langkahku untuk menuju imigrasi. Pintu imigrasi lolos meskipun ada sedikit pertanyaan yang tak memberatkan. Dari pintu imigrasi menuju ruang tunggu keberangkatan lumyan jauh. Sehingga harus mengatur waktu agar bisa tepat waktu untuk sampai. Sebelum sampai tempat cek barang ku lirik nomer pintu yang tertera di ticket. Karena salah pintu akan fatal jadinya. Pintu P pesawat QZ 504. Ku lirik lagi jam Di tangan 9.00am. Masih ada setengah jam lagi untuk menunggu pesawat. Sampai ruang tunggu keberangkatan terdengar pengumuman bahwa pesawat akan  delay dalam 15menit karena cuaca.
 ****
Alhamdulillah sudah dalam burung besi. Di pintu pesawat disambut pramugari- pramugara. Ku menyusuri lorong pesawat mencari nomer bangku 11D. Para penumpang juga masih bersibuk dengan memasukan barang bawaan mereka ke cabin. Aku masih tegak di lorong bangku 3A, kulihat bapak tua yang sedang kesusahan menaikan tas nya ke dalam cabin. Segera saja ku tawarkan bantuan.

"Permisi boleh saya bantu, pakcik"

"Oh...boleh" jawabnya dengan senyuman mengembang di bibir.

Tak lama setelah itu pramugari, membantu merapikan barang-barang penumpang yang ada di dalam cabin. Aku pun lanjut ke belakang untuk ke tempat duduk ku. Kursi 11E dan 11F sudah ada penghuninya. Wah...tetangga bangku ku bapak-bapak semua. Setelah memastikan tas yang ku bawa sudah di cabin dan aman Aku pun duduk. Ku pasang seat belt kepinggangku tanpa arahan pramugari yang bertugas.

Jam menunjukan 11.00am pesawat akan berangkat. Lima menit mengudara pramugari membuat tutorial apabila terjadi emergency. Ku lirik tetangga bangku ku



sudah terpejam. Ku lihat awan-awan beterbangan begitu indah ciptaan maha kuasa. Dalam hati aku tetap berzikir dan membaca doa-doa agar perjalanan ini lancar.

"Pesawat ini 15 menit lagi akan tiba di airport Kualanamu, kerajaan Indonesia" begitu peringatan yang terdengar dari pengeras suara.

Aku Dan seorang bapak yang di sebelahku mengernyitkan kening. "Kapan Indonesia jadi kerajaan?" Kami pun tertawa kecil. Setelah itu terjadilah percakapan ringan. Ternyata bapak itu tadinya dari China menjenguk anaknya yang sedang melanjutkan kuliah disana dan di  Malaysia tadi hanya transit.

Tepat jam 12.05WIB pesawat yang aku tumpangi mendarat di kualanamu. Langsung saja penumpang yang di dalam pesawat bersibuk mencari dan menurunkan tas bawaannya. Aku juga sama dengan penumpang yang lain. Mencari tas bawaanku setelah itu turun menuju tempat pengecekan barang. Sebaik turun dari burung besi aku merasa takjub dengan bandara baru ini. Ini pertama kalinya aku turun di kualanamu, sebelumnya dulu masih di bandara polonia, Medan. Di bagian pengecekan tiara halangan dan Langsung saja aku keluar untuk mencari bus Damri.

Tak menunggu lama bus Damri pun bergerak menuju terminal amplas. Setengah jam kemudian sampai di  terminal amplas. Keadaan terminal masih semraut sperti dulu, angkutan-angkutan kota tidak teratur, klakson-klakson masih tetap sama bak trompet tahun baru, calo-calo dan preman terminal juga masih berserak dimana-mana. Dengan udara yang panas jalanan yang sesak ku nikmati saja perjalanan ini. Ku jaga baik-baik tas yang ku bawa, Karena rawan pencopetan.

Ku berdiri disamping warung-warung kecil pinggir jalan depan terminal menunggu angkot 07 koperasi berwana kuning. Sekitar 10menit akhirnya angkot yang ku tunggu tiba. Langsung ku tanya kepada supirnya untuk memastikan jalan yang dilalui sama dengan tempat yang ingin ku tuju.

"Bang, lewat jalan sisingamangaraja loket KUPJ?" Ku pastikan kata-kata ku tidak ada logat Malaysia.

"Iya" jawabnya singkat

Aku pun Langsung naik ke dalam angkot. Di dalam sudah ada 3 penumpang. Di sekitaran simpang empat amplas masih macat luar biasa. Di tambah lagi dengan aktifitas pembangunan jembatan layang. Para supir angkot banyak yang tidak sabar. Klakson angkot pun di tekan kuat-kuat hingga memekakan telinga. Terminal dengan loket KUPJ bukanlah jauh. Jika, jalanan lancar 20 menit sampai. Tapi, Karena macat Setengah jam lebih dalam angkot akhirnya sampai juga.

Langsung ku menyebrangi jalan menuju loket.

"Kak tiket ke Tebing satu ya " pintaku pada penjual tiket.

"Adanya jam 5.30 sore"

"Iya, nggak apa" jawabku

Jam sudah menunjukan 16.50Wib. Perutku terasa lapar, baru teringat aku cuma makan roti bakar saja waktu di KLIA. Akhirnya aku memesan teh panas dan pisang goreng di kantin loket.

***
Sudah jam 5.25 sore. Aku dan penumpang lainnya bergegas menaiki bus. Rerata para penumpang tujuan Siantar, hanya aku yang tujuan Tebing tinggi dan dua orang lagi turun Sei Rampah. Kami yang turun paling cepat duduk di bangku barisan paling depan. Tepat jam 5.30 bus pun bergerak. Ingin cepat-cepat rasanya sampai rumah. Tetapi, perjalanan masih 2jam kedepan. Huft.... ku menghela nafas.

Ketika bus memasuki tol lelaki yang akan turun di Sei Rampah dengan pakaian rapi, kaca mata bulat yang sesuai dengan mukanya, memperhatikanku. Hingga akhirnya ia mengajaku berbicara.

"Kak mahu kemana?" Tanya nya membuka percakapan.

"Tebing" jawabku sedikit rasa takut. Tetapi aku seperti tidak asing lagi dengan wajah lelaki ini.

"Tebing dimananya?" Tanya nya lagi penasaran.

"Dekat terminal bandar kajum" jelasku.

"Maaf ya,kak. Kakak mirip sekali dengan temen sekolah ku. Namanya Athifa Rahma Lubis" jelasnya.

"Deg...kok mirip banget sama nama ku. Emang dulu sekolah dimana? Selidiku

"SMA swasta R.A Kartini"

"Abang namanya siapa?" Ku beranikan diri untuk menanyakan nama pemuda di sampingku.

"Dodi Pradipta" ungkapnya sambil menunjukan senyuman sehingga lesung pipi nya terlihat.

"Oh..ya...beneran kamu Dido" aku sedikit terkejut. Ternyata tebakanku benar sampai manggil nama panggilannya waktu SMA. Dia lebih suka di panggil Dido dari pada Dodi...

"Jadi kamu Thifa?" Tanya nya sedikit kaget.

Kamu.....

Bersambung....



Bagikan

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

12 Comments

  1. Suka gemes kl baca cerbung begini. Ditunggu cerita selanjutnya yah mba dewi.. :*

    BalasHapus
  2. Eaaaaa............ *Baper
    lanjutin kakak...aku menunggu nihhh

    main ya ke http://sakifah88.blogspot.co.id/2016/03/sadarlah-itu-cinta.html ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bapernya jgn klmaaan ya ka ifa he he. Nnti awie kunjungan ke rumah mbak2 smua Ya sediakan pisang goreng sma kopi hehe

      Hapus
  3. Eeeaaaa 😂😂😂
    Sedikit mudenglah aku tentang pesawat lewat cerbungnya mbk 😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihi ntar kalau naik pesawat sudah Ada gambaran Ya Kak

      Hapus