Assalamualaikum Imamku


Salah satu buku yang masuk dalam daftar bacaan. Buku yang aku beli dari penulisnya langsung saat beliau silaturahmi ke kampusnya. 

Assalamualaikum imamku

Aku membaca buku ini bukan cermin kegalauan. Ini caraku untuk sampai denganmu. Karena niat saja tidak cukup. Harus ada persiapan juga Pastinya. Aku tak ingin menerimamu bagai menerima kucing dalam karung. Pastinya kau juga begitu kan?. Ya... Aku yakin Kau juga punya cara untuk kita bisa bertemu. 

Kita saling membuat kriteria untuk menjadikan teman berlayar. Bagaimana mungkin untuk berlayar bersama kita memiliki visi dan misi berbeda. Kau ingin ke timur dan aku ingin ke barat. Aku tau, kelak kau pula yang akan jadi nakhoda dalam pelayaran kita. Tapi, nakhoda dan co nakhoda punya tujuan yang sama. 

Semua kriteria yang kita tentukan tidak semua harus sama. Biarlah sedikit ada perbedaan. Karena perbedaan itu akan menjadikan warna diantara kita. Asal jangan perbedaan yang menjerumuskan kita dalam kubang kemaksiatan dan kehancuran serta bermuara di neraka. Naudzubillah summa Naudzubillah.

Bagaimana jika perbedaan itu diusia kita. Jika aku lebih tua darimu. Wahai sang imam lupakah engkau kisah nabi panutan kita? Nabi Muhammad yang menikahi Khadija Al Qubro. Keduanya saling mengsih dan menebar kasih dengan sesamanya. 
Bagaimana pula jika usia kita sebaya?. Wahai sang imam kita lukis kisah kita seindah kisah Ali dan Fathimazzahra, Keduanya saling mencintai karena iman. 
Jika usia mu lebih tua dari aku?. Kita coretkan cerita seindah Usman bin Affan dan Naila As Syam. Duhai sebaik-baik guru adalah suami yang shaleh. Maka aku akan belajar darimu untuk lebih menshaleha kan diri ini.

Bagikan

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

3 Comments

  1. Semoga imam itu segera menjemputmu

    BalasHapus
  2. Allah tgh menyiapkan yg terbaik smp tiba masanya kalian dipertemukan. Insyaallah

    BalasHapus