Politik Panda



Indonesia merupakan negara kepulauan dengan perairan yang paling luas. Jelas saja perairan itu akan berbatasan langsung dengan perairan-perain negara tetangga seperti Malaysia, Singapore, dan China.

Berita yang lagi memanas saat ini adalah China mengklaim Natuna sebagai prairan maritim mereka. Kini TNI harus berwaswas terhadap China. Negara penduduk terbesar ini sangat bernafsu menggerogoti prairan Natuna, dan bernafsu menjadi penguasa Laut China Selatan sehingga mereka sanggup bentrok fisik oleh Negara tetangganya. Tak cuma itu kapal-kapal Negara mereka tampak bebas memasuki Zone Ekonomi  Ekslusif (ZEE) Kepulauan Natuna dengan didampingi oleh tentara militer mereka.

China memang belum resmi mengumumkan klaimnya terhadap perairan Natuna. Namun peta terakhir yang dibuat oleh SinoMaps Press, kepanjangan tangan pemerintah China dalam soal klaim wilayah,  tampak jelas bahwa sebagian perairan Natuna berada dalam wilayahnya. Maka, tak mustahil bila ketika waktunya tiba, armada perang China labuh jangkar di perairan Natuna.

Namun, terlalu dini untuk mengatakan China akan mengumumkan pengklaimannya terhadap Kepualauan Natuna dan seluruh perairannya. Karena China masih banyak berkepentingan di Indonesia dalam ekonomi. Kini China menjadi investor terbesar di Indonesia hingga mengalahkan Jepang, Korea dan Singapore. China kini tengah mengejar proyek-proyek infrastruktur dan sumber kekayaan alam Indonesia yang melimpah ruah. Segala bantuan ditawarkan China kepada Indonesia termasuk dalam mengutangi Indonesia dengan jumlah dana yang tidak sedikit, mendatangkan pekerja asal China ke Indonesia dengan dalih bursa Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Kini hubungan China dan Indonesia seperti halnya berbulan madu. Karena China kini banyak kepentingan ekonomi di Indonesia sehingga sangat diprioritaskan dalam geostrategisnya. Segala pembangunan insfrastruktur di Indonesia seperti jalan tol, pembangunan rel kreta api, dan pembangkit listrik investor terbesarnya adalah pengusaha-pengusaha China. Sehingga tak heran jika kita di Indonesia banyak menemui barang buatan China seperti busway, kreta ekspres yang sedang dalam proses dan lain sebagainya.

Jawaban China atas klaim prairan Natuna sepertinya akan terjawab ketika masa bulan madu yang indah berakhir. Jawaban yang sangat tidak enak pastinya. Karena sudah ada suara-suara politisi China mengatakan Palembang adalah pelabuhan selatan kekaisaran China.

Dan kalau dipikir apa bedanya China dengan negara-negara pembuli sana. Menggerogoti tetangganya secara halus.

Bagikan

Artikel Terkait

Previous
Next Post »

12 Comments

  1. China gak mungkinlah nyari masalah sama Indonesia, kan di Indonesia kebanyakan made in cina produk2nya :D

    BalasHapus
  2. Bisa aja trcetus klo bulan madunya uda hbs, net.

    BalasHapus
  3. Seperti perempuan cantik yang sedang dirayu itulah Indonesia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga prempuan cantik itu cepat mngambil aba2 dan trsadar dari buaian iming2

      Hapus
  4. Kereen kali nih Awie.. (y)
    Urusan negeri tirai bambu ini memang sudah jadi masalah sejak jaman dahulu kala ya..
    Toko bahan bangunan saja misalnya, nyaris semua milik etnis mereka. Persatuan mereka kuat.

    BalasHapus
  5. Semua ada kpntingan poitik.

    BalasHapus
  6. Apapun bisa terjadi. Tinggal kita saja mempersiapkan diri mebghadapi segala kemungkinan buruk.

    BalasHapus
  7. China macem2, hentikan aja kerjasama ekonomi kita dgn mereka.. Hehehe

    Bagus ulasannya, mbak..

    Kmrn saya baca ttg ini juga di koran kompas. Semoga segera kelar..

    BalasHapus
  8. Iya smoga petinggi negara yg pnya kuasa cpt trsadar ya bang

    BalasHapus
  9. Itulah negara indonesia yg kaya namun tak mampu memanfaatkan potensinya hingga negara dan warga asing lah yang mengambil untung dan memanfaatkan potensinya...justru warga indonesia lah yang menjadi budak di tanahnya sendiri... but dibumi ini pula aq berpijak dan berkarya

    BalasHapus