Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Orang-orang Desa




Masyarakat desa 

Pemilik tanah ladang dan sawah

Dijanjikan hidup layak

Oleh pemilik modal tak punya otak


Pabrik-pabrik dibangun di atas tanah warga

Janji manis terlontar dari para tengkulak

Orang desa senang bahagia

Ternyata itu hanya tipuan belaka


Kini suara mesin pabrik instrumen paling indah

Peluh dan lelah tak jadi masalah

Tak ada tanah dan sawah pun bisa bekerja

Dipabrik beton nan megah


Pabrik maju berkat peluh warga

Saham yang dijanjikan hanya omong kosong semata

Gaji yang dibayar hanya sekerat saja

Tidak peduli tanah milik siapa


Sakit pekerja peduli apa mereka? 

Tidak bekerja, ya tidak digaji pula

Seketika diberhentikan saja

Tanpa rasa empati apa lagi upah


Puisi ini untuk tantangan Reading Challenge ODOP terinspirasi dari buku berjudul "Pabrik" karya Putu Wijaya .

#RCO9

#OneDayOnePost

#ReadingChallengeODOP9


Amarah Alam Atau Candaan Tuhan



Di hujung malam pergantian hari
Ribuan rintik menyerbu bumi
Gelak tawa petir mengagetkan kami
Ini becanda atau sekedar tertawa biasa?

Pada basah kenangannya terjebak
Meskipun pagi telah menyapa
Rasanya amarah semalam tak juga reda
Altar langit tak kunjung cerah

Ini marah alam, mungkin
Bisa juga Tuhan sedang bercanda
Tapi kita masih saja tidak peduli
Membaca tanda-tanda

Pada rintik yang kesekian banyaklah memintal doa
Agar selamat dari amarah
Biar Tuhan tidak murka
atas dosa-dosa

Jangan bermain-main pada genangan
Meski dangkal kau bisa terjungkal

#tantanganodop

Panggilan Tuhan

Panggilan Tuhan

Jingga perlahan melorot keperaduannya. Warnanya merona. Pesonanya tiada tara bak lukisan di atas kanvas yang tiada ujungnya.

Suara-suara panggilan menggema dari corong pengeras suara.
Allahu akbar
Allahu akbar

Asyhadu alla illahaillallah
Asyhadu alla illahaillallah

Asyhadu anna Muhammadar rasulullah
Asyhadu anna Muhammadar rasulullah

Haiyaalas solah
Haiyaalas solah

Haiyaalal falah
Haiyaalal falah

Allahu Akbar Allahu Akbar.
Allahu Akbar Allahu Akbar.

La ilahaillallah.
La ilahaillallah

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.

Aku menyaksikan bahawa Tiada Tuhan melainkan Allah.

Aku menyaksikan bahawa Muhammad itu pesuruh Allah.

Marilah Sembahyang.

Marilah kepada kejayaan.

Allah Maha Besar, Allah Maha Besar.

Tiada Tuhan melainkan Allah.

Aku pulang dengan sebenar-benar pulang
Dengan kerelaan hati
Tanpa paksaan
Meninggalkan beberapa jenak tentang duniawi
Bersujud di hadapan - Mu
Dengan sehina-hinanya hamba

Sederhana saja untuk meringankan beban dipundak
Menghilangkan penat di raga yang kian merenta
Hanya suara panggilanmu penawarnya.




Bayi Kecil yang Menjelma Dewasa

By google

Kini bayi kecil itu telah menjelma menjadi dewasa
Dulu ditimang dan di gudang-gudang dengan mesra dan penuh canda tawa
Tangan kekar sang ayah menggendong penuh rasa cinta
Pukpuk mesra ibu sembari menyusuinya hingga terlena
Kakak dan abangnya ikut bahagia menemaninya

Kini bayi kecil itu telah menjelma menjadi dewasa
Usianya sudah mencapai dua puluh lima
Bagi wanita seusianya sudah pasti ingin menikah
Datanglah seorang pria bersama keluarganya untuk bersilaturahmi dan meminangnya

Kini bayi kecil itu menjelma menjadi dewasa
Yang dulu kecil ditimang ayah, kini telah dipersunting pemuda gagah
Sudah berpindah surga dari ibu dan ayah ke suami tercinta
Jadilah wanita yang istimewa bagi lelaki yang berani menaggung jawabi hidupmu
Patuh dan taat lah kepada dia Yang kini menjadi imam bagimu
Jangan lupa suamimu tetap milik ibunya semata hingga akhir hidupnya

Dewie DeAn
16 September 2018, Ipoh Perak, Malaysia







Seperempat Abad yang Indah



Tulisan ini aku tujukan untuk seorang cowo yang hari ini genap menjejak usia seperempat abad. Cowo yang pendiam, suka warna hitam Dan pokoknya rocker abis dah.

31 agustus, tanggal penutup bulan
Usiamu genap seperempat abad
Happy milad aku ucap
Tetap menjadi laki-laki hebat

Tetaplah jadi sosok pendiam dengan berbagai kebaikan
Sudah cukup dewasa ternyata dirimu kawan satu rahim
Jadikanlah sisa usiamu angka-angka untuk kebaikanmu dan keluargamu

Anak muda yang cerdas dia yang tau siapa Tuhannya
Anak muda yang keren dia yang tau siapa dirinya
Anak muda yang kece dia yang trkun ibadahnya
Anak muda cerdas, keren, kece bukan dia yang suka sekedar nongkorng-nongkrong tapi lupa sholatnya
Tetap jaga imanmu!!!

Dari jauh aku ucap happy milad barakallah fii umrik,  Bro. Semoga Allah selalu melindungimu.

#odop #bloggermuslimahindonesia

Kini Kau Sudah Menua Dan Aku Sudah Dewasa



Selamat panjang umur Abah. Tidak ada yang spesial yang kuberikan untuk abah kecuali doa-doa yang tulus kepada sang pemberi usia.

Aku jadi teringat saat abah masih muda dan aku masih belia.Abah selalu menggendongku, mengajakku bermain, berlarian di sawah, ladang kangkung dan semangka milik kita di belakang rumah.

Aku senang sekali, Bah. Saat Abah  boncengku nail sepeda menuju tempat bedah buku, mengenalkanku apa itu dunia literasi. Saat itu kita belum punya motor tapi aku cukup bangga dengan kendaraan yang kau punya. Kaki kuatmu yang dulu pernah lumpuh, saat mengayuh pedal sepada membawaku berkeliling itu bukti bahwa kakimu lebih hebat dari kendaraan apapun. Aku bangga padamu.

Sikap pendiammu dan lebih banyak memperhatikan mengajarkanku kapan aku harus berkata-kata. Tegasmu tidak harus memukul dan membentak. Aku bersyukur dirimu tidak pernah memukul. Rasa cintamu tidak pernah kau umbar kecuali kau buktikan dengan tindakan.

Kini kau sudah menua. Usia sudah berbilang senja. Otot-ototmu tidak sekuat baja, rambut hitammu sudah berubah warna jadi dua; hitam dan putih. Matamu tak setajam dulu, gigimu tak lagi berbaris sempurna, kerut wajahmu menandakan kulit-kulitmu tidak sekencang dulu. Tapi, cintamu kepadaku dan keluarga tidak pernah tua. Tetap segar dan terus bertambah.

Makin bertambah tua usiamu, semakin tambah dewasa pula anak-anakmu. Namun, belum banyak yang bisa kami buat, kami berikan di usia senja abah. Maafkan kami. Kami cinta abah. Sehat selalu hingga kelak melihat menantu dan cucu. Aamiin.

#odop #bloggermuslimahindonesia #miladabah

Kopi Pengantar Pulang




Pada senja yang merangkak pergi. Rinai hujan turut menghantar keperaduannya. Manusia-manusia letih dengan berbagai kesibukan duduk menyeruput kopi.

Kopi penghangat suasana. Mencairkan kebekuan dan ketegangan otak. Pemantik ide ketika buntu. Ah, sungguh serasilah buku dan kopi dipadukan dalam satu meja. Layaknya aku dan kamu jika disandingkan. Pasti ada saja yang bisa dibahas. Ide-ide gila selalu menjadi topik perbincangan. Lantas waktu membatasi. Aku harus pulang ke tanah yang kutinggali beberapa lama.

Suara panggilan untuk penumpang kereta sudah berkumandang memenuhi ruangan yang megah itu. Lantas kita bergegas menuju tempat pemberangkatan. Sudah waktunya aku pulang ke tanah yang aku huni beberapa jenak. Semoga lain waktu kita ngopi kmbali untuk sebuah pertemuan.



#odop #bloggermuslimahindonesia
Puisi - Barzah

Puisi - Barzah

Gelap...
Pengap...
Di ruang dengan ukuran satu kali setengah meter
Tanpa ada siapapun yang peduli

Gelap...
Pengap...
Tinggal aku sendiri
Belatung dan cacing tanah menggerogoti diri

Gelap...
Pengap...
Buku-buku pahala dan dosa tersaji dengan rapi
Setiap yang tercatat akan diadili

Tangan, kaki, mata, hidung semua memberi saksi
Mulut tak ada fungsi untuk membela diri
Hanya amalan yang akan menyelamatkan dari siksa ini